Siapa yang kalau ke pantai betah berlama-lama
duduk termangu diantara hamparan pasir dan gulungan ombak? Rasanya tuh damai
aja gitu, apalagi kalau pantainya masih bersih dan terjaga banget, kadang kalau
beruntung kita bisa disapa sama penyu atau kelomang.
Tapi kalau pantainya tecemar? Yah boro-boro ada hewan laut yang mendekat, yang ada hewanya mati terjerat sama sampah rumah tangga yang berakhir di laut. Udah gak bisa lagi kita pura-pura untuk gak peduli sama keadaan ini, karena kalau kita masih terus apatis, generasi di depan kita paling cuma bisa nangis, karena kecewa sama pendahulunya yang kurang bijak dalam mengelola lingkungan.
Tapi kalau pantainya tecemar? Yah boro-boro ada hewan laut yang mendekat, yang ada hewanya mati terjerat sama sampah rumah tangga yang berakhir di laut. Udah gak bisa lagi kita pura-pura untuk gak peduli sama keadaan ini, karena kalau kita masih terus apatis, generasi di depan kita paling cuma bisa nangis, karena kecewa sama pendahulunya yang kurang bijak dalam mengelola lingkungan.
![]() |
| Ini Keramba di Pulau Tidung yang Sempat gue kunjungi beberapa waktu lalu |
Kita memang gak akan bisa meminta semua orang untuk sepaham, tapi pasti masih ada
cara untuk setidaknya meminimalisasi
masalah sampah yang mencemari laut. Kita mulai dari hal yang kecil dulu yuk!





