Oct 14, 2019

Dukung Indonesian Ocean Pride Jaga Biota Laut



Teman-teman sudah mulai diet plastik belum? Atau setidaknya yuk mulai bawa kantong belanja dan bawa tumbler sendiri ketika pergi keluar, kenapa emangnya Pir? Kan repot tau!
 
Gak apa-apa kok repot sedikit! Asalkan langkah kecil yang kita lakukan sudah merupakan bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan, khsusnya untuk biota laut. Pasti deh kalian pernah melihat kura-kura yang tersedak plastik atau ring dari tutup botol! belum lagi sampah-sampah plastik rumah tangga yang berakhir di lautan. Inget keanekaragaman hayati yang bisa kita nikmati hari ini bukanlah warisan  dari generasi terdahulu, melainkan titipan anak-cucu kita dari masa depan.

Nah memperingati hari hewan sedunia, yang jatuh setiap tanggal 4 Oktober, Sorak Gemilang Entertainment (SGE Live) berkolaborasi dengan Yayasan Indonesian Ocean Pride (IOP) mengedukasi masyarakat Indonesia untuk menjaga keberlangsungan hidup binatang-binatang laut dari ancaman kepunahan. Edukasi ini dilakukan melalui kegiatan eksplorasi dan kolaborasi seni digital di ‘teamLab Future Park and Animals of Flowers, Symbiotic Lives’, serta penghimpunan donasi bagi IOP melalui penjualan tanda mata bergambar ikan laut karya Hamish Daud, Pendiri IOP seharga Rp. 199.000,- yang akan berlangsung dari 11 Oktober hingga 11 November 2019.
Hamish Daud, Pendiri Yayasan IOP
Hamish Daud, Pendiri Yayasan IOP menyampaikan, “Indonesia adalah negara kepulauan dengan luas lautan mencapai 70 persen dari total luas wilayah. Laut Indonesia adalah masa depan bagi pembangunan kesejahteraan bangsa, karena menyimpan potensi ekonomi yang besar, serta rumah bagi beraneka ragam binatang laut. Meski begitu, keberadaan binatang-binatang laut saat ini sedang terancam karena aktivitas pembuangan limbah plastik, perburuan dan penangkapan ikan, perdagangan ilegal, serta eksploitasi yang merusak habitat laut. Padahal binatang-binatang laut memiliki peran signifikan dalam menjaga keutuhan dan kelestarian ekosistem laut. Jika binatang-binatang laut terancam, maka kesehatan laut juga turut terancam. Hal ini tentunya berdampak langsung pada sektor ekonomi bangsa, seperti perikanan dan pariwisata.”




Lebih lanjut Hamish menjelaskan, “Oleh karena itu, IOP sangat mengapresiasi SGE Live atas partisipasinya dalam menginspirasi masyarakat Indonesia untuk peduli pada keberlangsungan hidup binatang-binatang laut melalui karya seni digital yang terdapat di ‘teamLab Future Park and Animals of Flowers, Symbiotic Lives’. Kami berharap dengan adanya kegiatan ini, masyarakat Indonesia dapat lebih menghargai laut Indonesia dan segala makhluk hidup di dalamnya.”

Mervi Sumali, Chief Executive Officer SGE Live menjelaskan, “Peduli dengan keadaan laut Indonesia saat ini, SGE Live dan IOP berinisiatif untuk mengedukasi masyarakat Indonesia mengenai binatang-binatang laut. Di dalam ’teamLab Future Park and Animals of Flowers, Symbiotic Lives’, pengunjung dapat belajar mengenai beberapa ikan laut yang terancam punah seperti, Hiu Martil (Hammerhead Shark), Tuna Sirip Biru (Bluefin Tuna), Humphead Parrotfish, dan Pari Manta (Manta Ray). Kami juga mengajak pengunjung untuk berpartisipasi menjaga lautan melalui hal-hal sederhana, seperti mengurangi limbah plastik serta membuang sampah pada tempatnya agar tidak mencemari lautan.”
teamLab Future Park and Animals of Flowers, Symbiotic Lives’ merupakan pameran seni interaktif terbesar di Jakarta yang menggunakan teknologi digital, serta mengusung konsep kreasi kolaborasi (co-creation). Salah satu instalasi yang terdapat di dalamnya adalah Sketch Aquarium, yang memungkinkan pengunjung untuk mewarnai binatang laut sesuai imajinasi. Binatang laut yang sudah diwarnai pun akan hidup dan berenang di dalam akuarium raksasa, serta bereaksi terhadap sentuhan manusia.

Pira juga masuk ke semua instalasi namun ada salah satu yang menjadi favorit Pira adalah Sliding Through The Fruit Field! Seru aja gitu main perosotan dengan hiasan art yang mengagumkan di dalam gelap. Cuma emang sih pas menapaki anak tangga dengkul berasa engkel, maklumlah yah udah uzur!


Oct 13, 2019

Bagaimana Menjadi Influencer?

Gak terasa Indonesia Knowledge Forum (IKF) sudah masuk tahun kedelapan! Acara yang di gelar di Ritz Carton Pasific Place 8-9 Oktober 2019, juga menghadirkan banyak narasumber yang expert di bidangnya, terlebih lagi mereka masih sangat muda.

Gue sendiri berkesempatan untuk nyoba ikut seminar dengan pembicara Giring Ganesha, meski telat masuk hehe, terus iseng-iseng ternyata ada Radityadika juga di sesi selanjutnya, maka gue duduk anteng nyimak perbincangannya.

Tips Raditya Dika Menjadi Influencer

Langkah awal untuk menjadi influencer adalah melihatdiri kita sebagai media. Media seperti apa yang ingin dibangun. Misal ada anak-anak muda yang suka dengan traveling jadi keseruan traveling yang dibagikan di platom social medianya, mulai dari keseruan perjalannya, cara pergi ke lokasi yang satu ke yang lainnya, sehingga iklan yang masuk adalah iklan dari travel agent.

Jadi saat memulai untuk menjadi influencer maupun youtuber sekalipun yang harus dipersiapkan adalah niche spesifik (konsep) yang akan diberikan kepada audience!
Jika berbicara dengan konten dalam hal konteks capital (tidak melulu berbicara tentang uang) namun modal hidup kita pun adalah berasal dari keresahan.

Oct 6, 2019

Feeding Show Shark Di Seaworld



Bosen banget gak sih liburan cuma keluar masuk mall? Pengen jugakan ajak keponakan liburan sambil belajar, biar liburannya juga bisa dapat ilmu baru.
Tapi gak mau kalau out door yang panasnya begitu menyengat! Ahahha!

Bisakan yah, rekreasi di tempat yang adem tapi ada hal baru juga yang bisa dipelajari!?
Eh gimana kalau berkunjungnya Seaworld Ancol aja?
Tempatnya in door, nyaman dan juga adem pula!




Soalnya katanya nih ada live show terbaru di sana! Penasaran, langsung deh gue angkat kaki dan menjejakkan langkah ke Seaworld Ancol untuk cari tahu tentang atraksi terkini yang baru aja dibuka untuk publik.

Oct 1, 2019

Flexi Life Asuransi Masa Kini


H-2 E-Visa gue akhirnya terbit! alhamdulilah setelah deg-degan gak karuan gue akhirnya berangkat ke tanah suci untuk beribadah umroh! segala persiapan sudah matang, cuma ada satu yang masih mengganjal dipikiran. yakni perlindungan asuransi jiwa yang belum gue urus, ya kita kan gak pernah tahu apa yang akan terjadi sama gue selama di sana ataupun setelah pulang nanti?!

Meski gue udah sering traveling, cuma kali ini merupakan perjalanan terjauh yang akan gue tempuh, dan mengingat gue punya riwayat acrophobia (ketakutan atau bahkan mengalami gugup atau gelisah jika berada di sebuah tempat ketinggian) kebayang gak betapa parnonya gue yang akan berada di ketingggian pesawat selama kurang lebih 9 jam, asli pasti kicep! Belum lagi gue masih merahasiakan soal keberangkatan gue ini  dari orang tua! yang tahu cuma ade gue doang si Mey!

Gue juga baru sadar, mumpung gue masih masuk dalam usia produktif penting banget untuk memiliki asuransi jiwa, karena biasanya preminya akan jauh lebih murah bila dibandingkan mendaftar pada saat usia tidak produktif. Tapi semua itu tergantung dari usia, kondisi kesehatan, dan kondisi finansial.