Aug 11, 2018

Gusi Berdarah, Bahayakah?



"Kok gusi gue berdarah?" Itulah yang gue rasain beberapa waktu belakangan ini dan setumpuk praduga juga ikut menggelayut di kepala.
Apa iya gue harus ke dokter gigi untuk menangani gusi berdarah ini dan juga mengobati sakit gigi yang sempat gue rasain?

Gue sih merasa baik-baik aja, makan yg manis"? Jarang! Sikat gigi juga rajin! bahkan di tas gue tersedia sikat dan pasta gigi travel pack yang selalu menemani kemanpun gue pergi

Tapi kan curiga juga yah kalo setiap sikat gigi terus malah berdarah, bersih kaga, yang ada malah makin gundah. Dengan keberanian yang sebenernya gak berani-berani amat, untuk pertama kalinya gue mutusin untuk pergi ke dokter gigi

Gue pergi ke salah satu klinik yang ada di tebet, dengan melakukan booking via wasap dan sejam sebelumnya melakukan konfirmasi kedatangan.

Di sana gue ditangani oleh drg. Clarisha, kemudian gue sampaikanlah keluhan gue
Baru setelah itu diminta untuk duduk di bawah kursi pasien dan disorot dengan cahaya lampu yang seketika bikin muka gue kinclong dalam hati gue berbisik "wah lighthingnya oke jg nih kalo buat ngevlog"Dan tibalah saatnya drh Clarisha melempar senyum ke gue

"Kita scalling aja yah!"

Eh scalling?! Dahi gue langsung mengkerut!

Jadi ternyata gusi yang berdarah itu disebabkan oleh plak dan karang gigi yg menempel, maka dari itu harus dilakukan pembersihan, kalo enggak nanti malah menyebabkan hal-hal lain yang merugikan kesehatan gigi gue, seperti gusi yang terus berdarah, bau mulut atau bahkan sampai mengundang penyakit-penyakit lainnya. Emangnya mau?!

Gue sih pasrah aja setelah mendengar penjelasan drg Clarisha, soalnya kalo gak di scalling nanti makin parah, dan ini juga merupakan salah satu upaya pencegahan agar gusi gue tidak berdarah, dari pada ditunda-tunda, nanti malah bikin sakit gigi, terus malah bingung sendiri gimana mengobati sakit gigi yang gue rasa, bukankah memang lebih baik mencegah dari pada mengobati?.

Oh iya saat konsul juga, drg Clarisha mengecek dengan seksama kondisi gigi gue, alhamdulilah overall bagus. Yeah!

Cuma ternyata gue mesti melakulan frenektomi ke periodentist, alias bedah kecil, eh gimana? Dibedah? lalu dilanjut dengan perawatan akar gigi, huuft ternyata gigi graham atas sebelah kiri bolong, udah segitu doang?

Oh tentu tidak, setelah melakukan semua rangkaian tersebut secara bertahap, gue disarankan untuk pakai behel!

Nah kan! Hal yang selamaini gue hindari, akhirnya datang juga! Iya gue paham memang ada gap sedikit diantara gigi kelinci gue, lalu gue merasa fine-fine aja selama ini. Tapi hidup tidak selalau semulus pantat bayi sobat! Akibat daging yang nyempil itu kalo dibiarkan lama-lama akan terus bikin gigi kelinci gue geser dan posisinya juga jadi miring.

Setelah dipikir matang-matang, baiklah gue harus mengambil keputusan agar kelangsungan gigi-gigi gue ini terjaga, dan emang rezeki anak sholehah! Pas gue datang konsul ada promo pemasangan behel, muehehhe. 
Surat rujukan yang mesti gue patuhi, untuk menanggulangi masalah dan mengobati sakit gigi yang gue rasa

Ya udah setelah selesai scalling gue langsung melanjutkan perawatan untuk pencetakan gigi untuk behelnya.
Gue sempet nanya juga ke drg.Clarisha "frenektomi sakit gak dok?"

Dia cuma senyum dan menjawab "hehe enggak kok kan cm sedikit, lagian nanti dibius dulu, kenapa? Kamu takut yah?"

Setelah dipikir-pikir kenapa mesti takut? Kan setelah dibius akan kebal dan gak akan merasa apa-apa

"Apa lagi dok yang mesti ditakutin? Saya udah pernah melewati yang lebih menakutkan dari ini"

"Oh ya? apa?"

"Saya pernah ditinggal pas lagi kangen-kangennya! apa masih ada yang lebih menakutkan dari itu?"

1 comment:

  1. "Saya pernah ditinggal pas lagi kangen-kangennya! apa masih ada yang lebih menakutkan dari itu?"

    Haha.. saya suka bagian ini. Gokil hehehe

    ReplyDelete

Naek ke Genteng pake baju batik

batiknya dibeli di pulo gedong

Abang Ganteng dan Mpok yang cantik

kalo udah baca jangan lupa kasih KOMEN doonk