Pernah suatu waktu gue main ke kosan teman, gue melihat
kaleng bekas biskuit tapi dengan label tulisan tangannya “Untuk test TOEFL”,
gue dekati dan mengernyitkan dahi sambil bertanya ke teman gue itu.
“Ini celengan kok isinya dua puluh ribuan semua?”
“Oh iya, sengaja gue lagi menerapkan the power of dua puluh
ribu nih Pir!”
Iya udah sering banget gue dengar dan bahkan di instagram
banyak kok berseliweran tentang gerakan The Power Of Dua Puluh Ribu.
“Gilak konsisten amat!” gitu pikir gue.
Ya bayangin aja setiap nerima kembalian dengan pecahan dua
puluh ribu, otomatis uang akan berakhir ke dalam kaleng biskuit itu.
Tidak sampai disitu, 2 bulan kemudian teman gue ini
mengabari kalau Dia sudah mendaftar untuk test TOEFL dari hasil tabungan dari
kaleng bekas bikuit.
Gue masih bergeming, belum juga tergerak untuk melakukan hal
yang sama.
Minggu Lalu…

