Apr 15, 2018

Ereveld Menteng Pulo

Pernah ngebayangin walking tour dan menyusuri pemakaman? Kalau belum, gue akan ngasih tahu pengalaman gue yang sempat berwisata ke tanah kuburan bareng @jktgoodguide akhir maret lalu.

Jadi buat kalian yang pengen berwisata dengan sensasi berbeda atau pengen ngulik hal-hal yang tersembunyi dari Jakarta, kalian bisa ikutan tur dari @jktgoodguide setiap minggu eh bulan deng! tema dan rutenya beda-beda juga jadi gak monoton. Kebetulan pas gue daftar rutenya adalah Karet Kuningan-Ereveld, yang merupakan pemakanan Belanda. Kalau kalian ke Mall Kokas pasti sesekali pernah dong liat hamparan pemakaman Menteng Pulo yang ada di samping Kokas. 

http://www.emocutez.comNah pemakaman ereveld masih berada satu kawasan dengan menteng pulo. Lebih tepatnya sih berada di depan kantor kelurahan Menteng Atas. Untuk menuju ke sini gue mengawali meeting point di Plaza Festival  kemudian menyusuri jalan HR. Rasuna Said dan belok ke arah jalan Casablanca. Sebenernya kalau kalian emang tujuannya langsung ke Ereveled lebih dekat lewat jalan Bakrie (belakang Plaza Festival, menuju arah Epicentrum) atau naik ojek online aja dari stasiun tebet, muehehe.


Gue agak amazed gitu pas pemandunya Mas Huans Sholehan menjelaskan tentang nama jalan H.R Rasuna Said, kenapa? Karena Rasuna Said ternyata seorang wanita! Ah gilak selama ini gue kemana aja? Kenapa males banget ngulik sejarah Piraaaa!
Hajjah Rangkayo Rasuna Said itulah nama lengkapnya yang merupakan sosok pejuang kemerdekaan dan juga jurnalis, penjelasannya di sini. Pada zaman sebelum kemerdekaan Rasuna Said dengan lantang mengkritik pemerintah Belanda yang membuat sistem dan budaya perempuan menjadi lemah.

Merasa terancam dengan apa yang dilakukan Rasuna Said, kemudian pihak Belanda mengasingkannya ke Semarang. Meski diasingkan kobar semangatnya gak pernah padam, justru dalam masa pengasingannya  tokoh Pahlawan Nasional ini (Bedasarakan Surat Keputusan Presiden RI No 04/TK/Tahun 1974 tanggal 13 Desember 1974) makin rajin menulis dan menerbitakan majalah mingguan “Menara Poetri” untuk mengkritik penguasa saat itu.

Menyusuri langkah sepanjang jalan Rasuna sambil ngedengerin informasi dari Mas Huans, 
http://www.emocutez.comgue seperti diajak masuk dalam atmosfer masa lalu, banyak hal-hal menarik yang gue dapati, seperti urban legend horornya jalan Casablanca. Gak terasa akhirnya gue mulai memasuki gerbang pemakaman Menteng Pulo. Tapi Pemakaman Ereveled masih berada beberapa ratus meter di depannya.
Jadi tuh di Pulau Jawa ini ada 7 makam kehormatan Belanda, nah yang paling terkenal itu ya Ereveld Menteng Pulo, karena di sana juga ada gereja Simultan (Simultaankerk) dan di sampingnya ada ruang khusus sebagai tempat penyimpanan abu jenazah.


Kolam di Columbarium ini akan memantulkan bayangan dari seluruh bentuk bangunan arsitek yang mengelilingi kolam tersebut Foto by: Aris.


Inilah sebagian guci tempat penyimpanan abu jenazah yang tersimpan di Columbarium, Foto by : Aris
Di Ereveld terdapat makam dari korban-korban kamp tawanan Jepang dan juga kamp militer Belanda yang wafat semasa pergolakan sesudah perang (1945-1949). Makam ini dibangun atas inisiati dari Letjen Spoor (juga dimakamkan di Ereveld). Saat pembukaan Ereveld Spoor menekankan perhatian seperti keaneka ragaman latar belakang terhadap jenazah yang dimakamkan.

Ini merupakan pemakaman Ereveld
Seperti yang pernah Dia ungkapkan “Di makam kehormatan Belanda Menteng Pulo ini, orang kulit putih dan orang kulit berwarna terbaring berdampingan, pria, wanita dan anak-anak dari pantai utara dan wilayah selatan Belanda yang subur dan juga dari kepulauan tropis yang beraneka raga mini." Mereka semua akan dimakamkan tanpa memandang ras, agama, suku asal, pangkat atau kedudukan .

http://www.emocutez.comMasih di kawasan Ereveld ternyata ada pemakaman Inggris,  dan Pakistan cuma sudah beda pengelola, tapi karena masih satu kawasan kalau ada pengunjung yang ingin mampir dipersilakan, asal tetap menjaga nilai-nilai kesopanan. 
Model pemakaman Inggris ini berbeda dengan yang ada di Ereveld

Monumen Angkatan Udara, baling-balingnya sengaja dibikin patah untuk menunjukkan bahwa jenazah yang dimakamkan di komplek tersebut merupakan periwira yang berprofesi sebagai angkatan udara yang gugur dalam tugas.

Buat temen-temen yang mau berkunjung dipersilakan loh, karena makam ini dibuka untuk umum, cuma tidak diperkenankan untuk foto dengan tujuan komersil.

8 comments:

  1. asli, gue juga baru tau, kalo Rasuna Said itu perempuan juga. nilai sejarah gue bener-bener kosong.
    ditambah lagi, gue enggak tau ini tempatnya dimanaa. gue ngerasa gagal jadi orang jakarta. sama sekali enggak tau jalan. ga pernah ke kokas juga.

    sedih banget baca tulisan lu, vir. Jdi mengingatkan diri gue klo gue enggak tau apa-apa tentang Jakarta.

    ReplyDelete
  2. Kalau ada rencana mau walking tour lagi, aku ikut nimbrung dong, Vir hehehe :p Biar ada temennya

    ReplyDelete
  3. kalau saya sudah tahu rasuna said
    secara pahlawan dari sumatera barat
    dari SD sudah belajar
    btw...maaf itu pemandunya salah kali ya bilang dari tanah rencong

    ReplyDelete
  4. Aku kira Rasuna Said ya laki2. Tp ada kan Mbak Rasuna-Una itu, perempuan tapi ya. Kalau ke pemakanam kaya pahlawan atau org2 yg byk berjasa kaya di Menteng Pulo sih belum. Tapi kalau pemakaman wali, sunan, itu sering. Judulnya wisata religi

    ReplyDelete
  5. Masya Allah ternyata ku juga salah sangka!!
    Selama ini ku kira HR Rasuna Said itu cowo! Maafkan hamba :((

    jktgoodguide selalu punya rute unik yang wajib banget diikutin. Untungnya aku pernah ikutan walking tour ini waktu Ke Jakarta beberapa waktu lalu.
    Nanti ku ceritain uga ah di blog! Biar kayak rangorang hahahah

    Radhian - blogger favoritmu

    ReplyDelete
  6. Ibu Rasuna Said itu dari tanah rencong ya? ohhhh...kirain dari Sumatera Barat, karena kalau tak salah di mana...gotu yang nyebutin beliau dari SUMBAR

    ReplyDelete
  7. Waw... twrnyata ada juga ya wiaata seperti ini. Menarik juga makam makan yang ada disana. Tema nya juga macam macam. Yang paling penting, kesan seram sudah berubah dan mengingatkan kita pada tujuan akhir

    ReplyDelete
  8. Hmm....gimana kalo tournya dibikin malam saja yah, pasti ngeri ngeri sedap eui...

    ReplyDelete

Naek ke Genteng pake baju batik

batiknya dibeli di pulo gedong

Abang Ganteng dan Mpok yang cantik

kalo udah baca jangan lupa kasih KOMEN doonk